cara membuat berita

7 Langkah Cara Membuat Berita dan Etika Penulisannya

Diposting pada

Berita merupakan informasi aktual yang dibuat dari fakta yang sebenarnya. Jika kamu ingin membuat sebuah berita maka kamu harus membuatnya berdasarkan fakta ada dan terjadi di lapangan. Salah satu cara membuat berita yang penting dan harus diperhatikan adalah kaidah 5 W+1 H (What, Where, When, Who, Why dan How).

Kaidah 5 W + 1 H ini kan menjelaskan apa, dimana, kapan, siapa, kenapa dan bagaimana peristiwa itu terjadi. Kaidah ini akan menjelaskan secara rinci berita itu terjadi.

Selain kaidah tersebut, berita juga harus mengikuti kaidah P3SPS yaitu Pedoman Prilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran. Ini merupakan standar layak tayang atau terbitnya sebuah berita.

Namun, meski aturannya begitu jelas, masih ada saja media yang mengacuhkan hal tersebut. Bahkan banyak media yang lebih mengejar Traffic ketimbang kualitas beritanya sendiri.

7 Langkah dalam Menulis Berita

Jika kamu membuat berita, maka hindarilah hal tersebut. Buatlah berita yang bagus dan layak di konsumsi publik sebagai informasi yang bermanfaat.

Berikut ini adalah 7 tahapan cara membuat berita yang bagus dan benar sesuai dengan kaidah pemberitaan yang berlaku.

1. Pahami Ketentuan Pembuatan Berita

Banyak orang yang membuat berita tapi tidak menghiraukan aturan yang berlaku dalam penyusunan beritanya. Hal ini membuat banyaknya pemberitaan yang tidak berkualitas dan lebih banyak hoaks nya.

Hal ini disebabkan kurangnya pemahaman terhadap aturan pembuatan berita. Maka dari itu sebelum kamu mulai membuat sebuah berita, lebih baik kamu pahami terlebih dahulu aturan pembuatan berita.

2. Temukan Sumber Berita

Untuk bisa membuat sebuah berita yang aktual, maka kamu harus menemukan sumber berita yang akan kamu jadikan sebagai bahan pemberitaan.

Berita ini bersifat aktual jadi kamu harus menemukan sebuah peristiwa yang memang bagus untuk dijadikan sebagai bahan. Misalnya terjadi kebakaran dekat dengan rumah kamu, maka hal tersebut bisa kamu jadikan sebagai sumber pemberitaan kamu.

Beberapa kejadian lain misalnya kasus pembunuhan, perampokan, penculikan, pemerkosaan, turnamen, banjir dan lain sebagainya. Temukan sumber berita yang valid dan akurat.

3. Lakukan Wawancara

Guna mendapatkan informasi yang bagus dan menarik serta akurat, maka kamu harus melakukan wawancara terhadap sumber berita. Misalnya kamu akan membuat berita kebakaran, maka lakukan wawancara dengan warga sekitar terkait dengan insiden tersebut.

Dalam melakukan wawancara, kamu harus mencari informasi berita dengan menggunakan pedoman 5 W + 1 H. Dengan hal ini maka kamu bisa mendapatkan data sumber berita yang akurat.

Pastikan tidak ada pertanyaan yang terlewat dari setiap kaidah yang dibutuhkan. Karena satu butir yang terlewat maka akan membuat berita sulit untuk dibuat.

4. Catat Semua Hal yang Penitng

Salah satu cara membuat berita yang jangan sampai kau lewatkan adalah mencatat semua informasi yang penting. Semua informasi tersebut harus kamu catat dengan baik.

Apa saja yang harus di catat? Hal-hal yang harus kamu catat adalah semua informasi yang kamu dapatkan dari lapangan selama wawancara. Beberapa hal yang penting saat wawancara yang harus kamu catat dan tidak boleh dilewatkan diantaranya adalah sebagai berikut:

  • What yaitu berkaitan dengan peristiwa apa yang sedang terjadi
  • Where yaitu tempat dimana peristiwa itu berlangsung
  • When yaitu waktu kapan peristiwa itu terjadi
  • Who yaitu siapa saja objek yang terlibat
  • Why yaitu keterangan yang menjelaskan kenapa peristiwa itu bisa terjadi demikian
  • How yaitu menjelaskan bagaimana kejadian tersebut terjadi

5. Buat Kerangka Berita

Kerangka berita merupakan susunan awal berita yang di dapatkan dari informasi mentah di lapangan. Kerangka berita ini dibuat dari hasil wawancara dan inspeksi lapangan berdasarkan kaidah 5 W + 1 H.

Berita terdiri dari 3 bagian penting yaitu, judul, teras berita dan kelengkapan berita. Buatlah kerangka awal berita tersebut berdasarkan data hasil wawancara.

6. Buat Teras Berita

Teras berita merupakan paragraf pertama yang menjadi pengantar berita. Teras dibuat dengan ringkas, padat dan jelas serta dalam penulisannya dilengkapi dengan unsur “who dan what”.

Teras berita hanya ditulis sebanyak 35 kata saja di awal sebagai pengantar. Namun bisa memberikan informasi jelas terkait gambaran berita yang akan di sampaikan.

7. Menulis Isi Berita

Isi berita merupakan uraian berita lengkap terkait peristiwa yang diberitakan. Isi berita di tulis setelah teras berita.

Dalam Isi berita ini ditulis semua hal terkait dengan peristiwa yang terjadi di lapangan berdasarkan informasi aktual yang di dapatkan di lapangan.

Dalam penulisannya sendiri, isi berita ini ditulis dalam 3 hingga 5 paragraf saja, yang mana dalam setiap paragraf nya hanya terdapat 1 ide saja. hal ini bertujuan untuk membuat pembaca merasa penasaran.

Sunting Berita

Setelah berita selesai di tulis, maka langkah selanjutnya berita tersebut harus di sunting terlebih dahulu. Selain untuk memastikan tidak ada kesalahan penulisan, juga bertujuan untuk mencari kata atau kalimat berita yang kurang relevan.

Etika dalam Menulis Berita

Membuat berita harus memiliki etika penulisan yang baik agar tidak menimbulkan huru-hara dan hal yang tidak di inginkan. Beberapa etika yang harus diperhatikan ketika membuat berita diantaranya:

1. Berita Tidak Mengandung Fitnah & Kebohongan

Hal pertama yang harus dihindari ketika membuat sebuah berita adalah menghindari penulisan berita yang mengandung fitnah dan kebohongan. Karena sejatinya, berita itu merupakan informasi yang aktual dan faktual.

Maka jika berita berisi kebohongan maka sudah keluar dari etika penulisan berita itu sendiri. Hal ini dapat mengakibatkan simpang siur informasi di masyarakat. Fungsi berita yang seharusnya memberikan pencerahan informasi menjadi hilang.

2. Tidak Menonjolkan Faktor Kekerasan

Hal ini sesuai dengan aturan dari P3SPS, yang mana dalam aturannya setiap berita tidak boleh menyiarkan kepada publik berupa informasi yang bermuatan seksual, kekerasan, narkotika, perjudian dan obat-obatan terlarang lainnya.

Hal ini dikarenakan dapat menimbulkan ketidak nyamanan publik yang mendapatkan informasi tersebut. Selain itu, anak-anak yang masih dalam usia tertentu juga tidak diperbolehkan mengkonsumsi informasi seperti itu.

3. Tidak Mempertentangkan Suku, Agama dan RAS

Menyiarkan berita yang brisi pertentangan antar suku, agama dan RAS dapat menimbulkan kegaduhan dan ketidak tentraman. Maka dari itu hindarilah penulisan berita yang menimbulkan pertentangan tersebut.

Dalam P3SPS dijelaskan bahwa hal tersebut sangat dilarang dan tidak boleh untuk di publikasikan.

4. Tidak Merendahkan Nilai-Nilai di Masyarakat

Setiap masyarakat di Indonesia memiliki nilai-nilai budaya dan aturan serta norma yang berbeda-beda. Nah, dalam membuat pemberitaan, tidak boleh merendahkan nilai-nilai tersebut.

Dalam P3SPS dijelaskan bahwa hal ini memang sangat dilarang dimuat dan dijadikan sebagai bahan pemberitaan.

Nah itulah langkah-langkah cara membuat berita dan etika penulisan berita yang baik dan benar sesuai dengan kaidah pemberitaan. Semoga tulisan ini bisa menjadi referensi yang bermanfaat.

Gambar Gravatar
Penulis Profesional di Hallokim.com | Jasa Penulis Artikel SEO Terpercaya | 0896-0896-0097